Cinta Monyet

 Hai semua, kembali lagi dengan Natsuki disini. 

Apa kabar? Semoga semua sehat selalu ya...

Maaf lama ga muncul, mungkin ada sebulan ya haha

Jadi aku disini pengen cerita-cerita seperti biasa. Something about love maybe haha. Ada ga si diantara kalian yang udah ngerasain cinta monyet masa putih abu-abu? Semuanya pasti akan merasakannya pada akhirnya. Itu juga yang aku rasakan kemarin. Sempat sebegitu sayangnya sama seseorang yang buat kita nyaman, kemudian dia pergi secara tiba-tiba. Gausah ditanya damagenya kaya apa, kaya ditembak peluru rasanya haha (halah lebay kamu nat). Sebenarnya ga separah itu, tapi kalian yang udah pernah merasakan patah hati pasti ngerti rasanya. Dia pergi dengan membawa sepotong hatiku, sampe sekarang belum bisa lupa haha (duh maaf jayus).

Tau gak sih, baru kali ini aku ngerasa bisa sesuka itu sama seseorang, meskipun pada akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Aku merasa sangat bersalah karena dulu menerima pernyataan "suka" dia ke aku dengan mudahnya. Kalau aku tau pada akhirnya aku yang sakit, ngapain coba ujung-ujungnya malah blunder gini kan. Lelah aku mah kalau kaya gini.

Sekarang aku paham darimana sebutan semua laki-laki itu sama saja. Ya bayangkan saja, mereka duluan yang mengejar para hawa dengan menunjukkan seolah-olah rasa yang ia miliki sangat besar dan pas udah dapat hawa yang "katanya" sangat ia cintai justru malah dilepas dengan mudahnya. Aku rasanya pengen mengutuk laki-laki yang kelakuannya kaya gitu. Bisa-bisanya ya nyakitin wanita seperti itu.

Pada dasarnya, wanita diciptakan dengan hati yang begitu lembut. Mereka ketika bertindak selalu menggunakan hati mereka. Itulah juga kadang yang menyebabkan perempuan dengan mudahnya tersentuh. Tapi kadang laki-laki mana pernah memikirkan hal itu. Mereka selalu berbuat seenak jidat mereka. Kurang ajar gak sih haha.

Yaudah, sekian curcolku. ini draf dari 2020 wkwk, baru aku lanjutin, aku aja udah lupaapa yang aku rasain waktu itu wkwk. See u!


Komentar